Indonesian Blacan Konservator

Group Ini Terbentuk dari Beberapa Adopter Hobbies Kucing Hutan/Blacan/Felis Tigris Yang Berminat Membentuk Komunitas Pecinta Kucing Hutan Sekaligus Menjadi Konservator..Tak Perlu Sertifikat Resmi atau Ijin Pemerintah Untuk Ikut Group Ini Selagi Ada Kein
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Share | 
 

 Kucing Hutan to Bengal

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
hearth.dark
newbie


Jumlah posting: 8
Join date: 04.02.12
Age: 23

PostSubyek: Kucing Hutan to Bengal   Sat Feb 11, 2012 11:54 am

Kucing Hutan (Prionailurus Bengalensis) merupakan kucing yang serupa atau mirip dengan kucing domestik pada umumnya, namun memiliki perbedaan pada kaki yang sedikit panjang dan kaki belakang yang tentunya lebih panjang juga, dan memiliki kepala yang lebih kecil dan mulut nya lebih memanjang menciut ke depan dan memiliki mata yang besar dikarenaken kebiasaan keluar pada malam hari (nocturnal) serta meiliki ekor yang tebal dan memiliki panjang sekitar 11-14 inchi (28-36cm). Panjang badan dari kucing hutan bervariasi sekitar 25-32 inchi (63,5-81,5 cm) dan memiliki berat sekitar 7-15 pound (3-7 kg). Ukuran dan berat membedakan jenis dari kucing hutan di masing-masing geografis tetapi pada umumnya berat pejantan kucing hutan lebih berat di bandingkan dengan kucing hutan yang betina.

Ada sekitar 10 subspesies dari kucing hutan, yang memperlihatkan perbedaan warna bulu di masing-masing daerah. Antara lain, kucing pada daerah utara memiliki corak coklat kemerah-merahan dan memiliki warna dasar abu-abu kekuning-kuningan, dan kucing hutan yang berada pada daerah yang lebih lembab cenderung memiliki warna cenderung lebih kekuning-kuningan sampai kecoklat-coklatan.

Semua subspesies Prionailurus Bengalensis memiiki ekor yang bercorak bintik atau melingkar, dengan ujung ekor yang berwana hitam, empat garis hitam mulai dari sampai belakang sampai belakang leher, dan memisahkan garis corak dari leher dan bahu. Di sekitar telinga nya yang berwarna hitam terdapat corak berwarna putih yang terdapat pada bagian belakang nya. Corak pada bagian tubuh bawah berada di atas dasar yang berwarna putih.

DISTRIBUSI

Terlepas dari namanya yaitu Asian Leopard Cat, tidak hanya di batasi di daerah asia selatan saja namun dapat di temukan di India, China, Korea, dan Uni Soviet. Dapat juga di temukan di pulau Sumatera, Philipina, Taiwan, Borneo, Jawa, dan Bali. Secara alami, persebaran dari Asian Leopard Cat memiliki nama yang berbeda seperti kucing hutan, blacan, meong congkok, macan akar, macan rembang, macan rembah, wagati cat, javan cat, bahkan ada yang menamainya money cat karena memiliki corak yang menyerupai uang koin di China.

Dari jenis kucing kecil, Prionailurus Bengalensis mungkin salah satu kucing yang memiliki wilayah dan persebaran paling luas, dan para ahli mempertimbangkan hal ini untuk memasukan kucing ini ke dalam jenis yang berbahaya dari kepunahan. Bagaimanapun kehancuran habitat dari kucing ini di karenakan oleh cepatnya pertumbuhan populasi dari manusia, penebangan hutan, pertanian, dan erosi tanah, dan semua hal tersebut mengancam populasi dari kucing hutan ini. Oleh karena itu Kucing Hutan di masukan ke dalam Apendix II oleh CITES (The Convention on International Trade in Endangered Species).



Kebiasaan Kucing Hutan


Kucing hutan pada
dasarnya adalah makhluk yang penyendiri dan beraktifitas pada malam hari (nocturnal) dan lebih suka berada di semak-semak dan hutan sebagai habitat mereka. Mereka membuat sarang mereka pada lubang pohon, gua kecil atau di bawah akar yang besar dan tinggal di bermacam-macam lingkungan, dan memiliki variasi skill yang tidak biasa. Sebagai contoh mereka sering tinggal di dekat dengan air dan merupakan perenang dan pemancing yang ulung/pandai. Warisan yang turun temurun ini mempertahankan hidup nya yaitu dengan senang bermain air, dan mengais-ngais di kolam ikan. Dan kucing hutan merupakan kucing yang pandai memanjat untuk beburu tikus, burung, tupai, tikus pohon, atau hewan pemangsa lainnya. Terdapat beberapa laporan bahwa kucing hutan tinggal di pohon di habitatnya.


Sebenarnya kucing hutan bukanlah hewan peliharaan karena merupakan binatang penyindiri dan terpencil yang jarang tersentuh atau di pelihara oleh manusia. Dan pada dasarnya kucing hutan merupakan binatang karnivora yang dapat sebagai ancaman bagi anak-anak atau atau binatang peliharaan lainnya.




Dari Kucing Hutan ke Bengal


Kucing bengal merupakan keturunan dari persilangan kucing hutan dengan kucing domestik, mula-mula Egyptian Maus, Abyssians, atau Ocicats. Generasi silangan pertama di sebut F1. Dan F2 merupakan hasil persilangan dari F1 dengan kucing domestik, dan F3 merupakan hasil dari F2 dengan kucing domestik. F1 yang berjenis kelamin jantan biasa nya steril, dan laki-laki F2 dan F3 juga sering memiliki masalah kesuburan. Langkah awal dari pengembang biakan jenis bengal biasanya dengan menyilangkan betina dari hasil hibrid kucing hutan dengan kucing domestik laki-laki.


Generasi keempat dari hasil persilangan ini akan menyingkirkan dari sifat liarnya dan secara resmi sebagai bengal.Di tegaskan lagi bahwa program pengembang biakan di arahkan ke menghasilkan binatang peliharaan yang baik. Bengal harus memiliki corak yang cantik dan tidak memiliki kebiasaan seperti kucing hutan dalam sisi liar nya. Namun sebagai penerima warisan sifat alami dari kucing domestik yang mudah beradaptasi dengan gaya hidup manusia.







Berikut cintih dari keturunan ALC - F6

ALC



F1



F2



F3



F4



F5



F6



Attachments
aLC.jpg
merupakan kucing hutan murni
You don't have permission to download attachments.
(13 Kb) Downloaded 3 times
F1.jpg
merupakan persilangan dari kucing hutan x domestik
You don't have permission to download attachments.
(26 Kb) Downloaded 0 times
F2.jpg
hasil persilangan F1 x domestik
You don't have permission to download attachments.
(31 Kb) Downloaded 0 times
F3.jpg
hasil persilangan F2 x domestik
You don't have permission to download attachments.
(46 Kb) Downloaded 0 times
F4.jpg
Hasil persilangan F3 x domestik
You don't have permission to download attachments.
(22 Kb) Downloaded 0 times
F5.jpg
You don't have permission to download attachments.
(17 Kb) Downloaded 0 times
F6.jpg
You don't have permission to download attachments.
(26 Kb) Downloaded 0 times
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://wirausahaok.blogspot.com
 

Kucing Hutan to Bengal

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

 Similar topics

-
» Rehabilitasi hutan dan lahan
» Taman Hutan Rakyat WAN ABDUR RACHMAN
» Kasus Taman Shud - Misteri paling membingungkan dalam sejarah Australia
» parkiran taman anggrek
» KopDar di Taman Anngrek (mendadak lagi)

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Indonesian Blacan Konservator ::  :: -